Monday, May 31, 2021

Penyebab Kucing Muntah Gumpalan Bulu atau Hairballs

Tentang Kucing Yang Muntah Gumpalan Bulu (Hairballs)

Kucing merupakan hewan yang sangat menjaga kebersihan. Saking bersihnya mereka sering menjilati dan menyisir bulu pada tubuhnya untuk menghilangkan kotoran. Dalam bahasa inggris kegiatan ini sering juga disebut "grooming".

Permukaan lidah kucing begitu kasar, yang mana berfungsi seperti sisir. Pada saat grooming, bulu-bulu yang rontok bisa tersangkut di lidah, ikut tertelan dan masuk ke saluran pencernaan. Bulu-bulu ini akan masuk melewati usus dan dikeluarkan melalui kotoran.

Bagaimanapun juga, bulu-bulu ini bisa saja menumpuk dan menggumpal di lambung atau usus, membentuk sebuah bola bulu (hariballs). Hairball ini bisa dikeluarkan lewat kotoran kucing atau juga melalui muntah. Pada umumnya muntah bulu atau hairball ini jarang sekali menyebabkan masalah serius, tetapi hairball sering sekali terjadi pada kucing-kucing ras yang berbulu panjang. Apalagi bila kucing tersebut bulunya suka rontok atau jara disisir/dirapikan oleh pemiliknya.

 

Tanda-Tanda Kucing Muntah Bulu :

1. Kucing batuk-batuk

Kucing bisa batuk-batuk karena ada bulu yang mengganggu pada tubuhnya.

2. Kucing muntah bulu.

Pada muntahan biasanya terlihat adanya gumpalan bulu. Gumpalan bulu bisa berbentuk seperti bola kecil atau agak panjang seperti feses (kotoran). Anda bisa menggunakan ranting atau lidi kemudian orek-orek muntahan sikucing. Bila agak kenyal dan terasa seperti ada serabut bulu kucing, maka berarti kucing benar-benar muntah bulu.

Ukuran hairball bervariasi mulai dari sebesar kelingking bayi hingga sebesar jempol orang dewasa.

Obat kucing muntah

Gumpalan bulu yang tertelan dan dimuntahkan kucing (Hairballs)

Kucing bisa muntah hingga beberapa kali dalam memuntahkan bulunya yang mengganggu. Pada beberapa kasus, hairball dapat menyebabkan muntah hingga satu minggu dan muntah biasanya baru berhenti jika seluruh hairball keluar.

3. Kucing tidak memiliki nafsu makan dan jadi kurus

Hal ini bisa terjadi bila kucing muntah berkepanjangan atau bila hairball tidak dapat dikeluarkan melalui muntah atau feses.

4. Kucing memakan rumput/tanaman.

Kadang-kadang kucing suka makan rumput atau tanaman dengan tujuan merangsang muntah sehingga hairball dapat keluar. Bisa juga serat-serat dari rumput bercampur dengan hairball, sehingga hairball dapat keluar lebih cepat melalui feses. 

 

Hairballs Kronis

Walaupun jarang terjadi, pada beberapa kasus yang sangat serius hairball bisa menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan masalah pada kucing. Gumpalan bulu-bulu ini bisa saja menyumbat saluran penghubung mulut & lambung (esofagus), lambung, usus kecil atau pada usus besar.

Hairball berkepanjangan bisa menyebabkan kucing jadi kurus dan beresiko tinggi mengalami gangguan pencernaan, seperti konstipasi dan megacolon.

Bila kucing tidak segera diobati, masalah ini dapat berakibat fatal bagi kucing. Bahkan jika kondisi kucing sangat mengkhawatirkan, tindakan bedah sangat diperlukan untuk mengeluarkan hairball yang menyumbat tersebut. Segera konsultasikan dengan dokter hewan, bila anda mencurigai kucing kesayangan anda mengalami hairball yang kronis.

 

Tindakan Pencegahan Hairballs

Bersihkan dan sisir kucing anda secara teratur, terutama pada musim panas/kemarau atau pada saat bulunya sedang rontok. Semakin banyak bulu rontok yang disisir, semakin sedikit bulu yang ditelan kucing dan semakin kecil resiko kucing anda terkena hairball.

Sekian semoga bermanfaat. 

Sunday, May 30, 2021

Tentang Kucing Peliharaan Yang Muntah Cacing

Apakah kucing Anda pernah muntah cacing atau berak cacing?

Apakah kucing Anda pernah mengalami muntah-muntah dan mengeluarkan cacing? Kucing yang muntah-muntah cacing sangatlah mengerikan dan juga menjijikan jika dilihat. Ketika kucing muntah cacing biasanya akan terlihat makanan yang dimuntahkan dan juga didalamnya terdapat cacing yang biasanya warna putih seperti mie/spaghetty.

Cacing dari muntahan kucing

Jika kucing Anda juga mengalami masalah pernapasan seperti kucing terlihat sesak napas, bisa jadi itu diakibatkan oleh cacing paru-paru (lungworm) yaitu cacing yang mengganggu pada saluran pernapasan. Kucing yang mengalami cacingan biasanya juga disertai dengan diare dan muntah-muntah cukup sering, dan dalam muntah atau kotorannya akan mengeluarkan cacing.

Penularan Cacing Pada Kucing

Mungkin Anda penasaran, bagaimanakah cacing tersebut bisa masuk ke tubuh kucing. Dalam banyak kasus, larva cacing biasanya berasal dari kucing lain yang sudah terinfeksi, misalnya dari induk kucing yang cacingan akan menularkan larva cacing ke anaknya melalui air susu ibu kucing, sehingga anak kucing tersebut juga terkena cacingan.

Penyebab lainnya yaitu jika kucing memakan hewan lainnya seperti tikus dan didalam tubuh tikus tersebut terdapat telur cacing can pindah ke tubuh kucing. Ketika telur cacing berada dalam tubuh kucing maka lama kelamaan akan tumbuh menjadi cacing dewasa dan bertelur didalam tubuh kucing sehingga kucing tersebug cacingannya semakin parah.

Ketika kucing mengalami cacingan yang sangat parah, kucing akan kehilangan nafsu makan, kekurangan nutrisi dan bisa menybabkan kematian jika kondisinya semakin parah. Kucing yang sering muntah-muntah cacing sebaiknya segera diobati.

Untuk menjaga kucing tidak terkena cacingan, pastikan makanan yang diberikan pada kucing adalah makanan yang bersih dan tidak terkontaminasi bakteri. Bersihkan tempat buang air kucing secara berkala, cuci dengan sabun anti kuman agar telur dan larva cacing bisa hilang.

Pengobatan pada kucing yang cacingan biasanya dilakukan dengan cara memberi obat cacing yang banyak dijual di toko hewan peliharaan atau di dokter hewan. Namun biasanya obat tersebut hanya akan membunuh cacing dewasa dan tidak membunuh semua telur cacing, sehingga Anda harus memberi kucing obat cacing setiap beberapa bulan agar cacing-cacing baru bisa dibasmi.


kucing muntah cacing
 Blacky nama kucingku

Jika Anda ingin mengobati kucing yang sering muntah-muntah secara alami tanpa obat-obatan, saran saya bacalah buku cara mengatasi kucing muntah yang ada pada website www.bukukucingmuntah.blogspot.com. Dulu kucing saya juga sering sekali muntah-muntah cacing, namun sekarang sudah tidak lagi.

Cara Mengobati Kucing Muntah Terus Menerus Karena Sakit

Kucing Sakit Dengan Gejala Muntah-Muntah 

Banyak sekali orang yang bertanya pada saya mengenai kesehatan kucing mereka, terutama kucing yang mengalami muntah-muntah. Masalah kucing muntah memang merupakan hal yang cukup rumit untuk diatasi, terutama jika Anda tidak tahu penyebabnya, tidak tahu apa nama penyakitnya, dan tidak tahu cara mengatasinya.

Akan tetapi, diam tanpa mengobati sikucing bukanlah suatu pilihan yang benar. Jika kucing Anda muntah-muntah, pertama-tama Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebab masalahnya. Sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Untuk mengetahui penyebab kucing muntah-muntah, pertama-tama Anda harus menyelidiki apa material dari muntahan si kucing. Periksalah muntahan kucing Anda, apakah muntahannya rumput, muntahannya gumpalan bulu, muntahannya cairan kuning, apakah muntahnya berbusa, apakah muntahnya cacing, apakah muntahnya berdarah atau hanya muntahan makanan saja, dan lain-lain.

Jika kucing Anda muntah-muntahnya lebih dari satu hari, dan kucing tidak mau makan apapun, maka hal tesebut merupakan indikasi bahwa kucing mengalami sakit yang sangat serius dan harus segera diatasi. Untuk mengatasinya Anda bisa membawa kucing ke tempat dokter hewan (vet) terdekat untuk didiagnosa lebih lanjut dan diberi obat.


kucing sakit

Namun, jika seandainya didaerah Anda tidak ada dokter hewan atau lokasi dokter hewan sangat jauh dari rumah, alternatifnya Anda bisa membaca cara mengatasi kucing muntah dalam sebuah buku panduan yang berjudul Buku Kucing Muntah. Anda dapat membeli buku tersebut pada website www.bukukucingmuntah.blogspot.com

Buku kucing muntah adalah sebuah buku yang berisi tutorial cara mengobati kucing yang mengalami muntah-muntah dan kucing susah makan. Panduan dalam buku tersebut telah membantu banyak kucing yang sakit muntah-muntah terselamatkan.

Bila kondisi kucing Anda cukup mengkhawatirkan, saran saya beli saja buku kucing muntah ini sebagai pertolongan darurat. Menurut saya harganya cukup murah dan isi buku nya juga cukup bagus. Sangat cocok bagi Anda ayang ingin kucingnya segera sembuh tanpa menggunakan obat-obatan.

Saturday, May 29, 2021

Mengobati Kucing Muntah Terus Secara Mandiri di Rumah

Kenapa Kucing Muntah Muntah Terus ?

Kucing muntah merupakan masalah yang sering membuat pemilik kucing bingung, mungkin Anda sendiri pun pernah menjumpainya. Lalu, apa sih sebenarnya yang bisa membuat kucing mengalami muntah? Apakah berbahaya, atau merupakan suatu gejala dari penyakit tertentu? Berikut ini saya akan coba jelaskan mengenai hal tersebut.

obat kucing muntah

Kucing peliharaan sedang muntah-muntah

 

Proses Terjadinya Muntah

Muntah merupakan respon tubuh yang disebabkan oleh reflek organ pencernaan yang dikontrol oleh pusat muntah di medulla oblongata otak. Muntah diawali dengan meningkatnya jumlah air liur dan mual, yang kemudian diikuti dengan gerakan menelan berulang-ulang yang mengarah dengan adanya relaksasi otot antara esofagus (tenggorokan) dan lambung.

Selanjutnya hewan menahan nafas dan otot perut berkontraksi (untuk menaikkan tekanan dalam perut) dan isi dari lambung akan dikeluarkan. Aksi dari muntah terdiri dari tiga stadium: mual, muntah-muntah, dan muntahan. Pada tiap stadium selalu terjadi perubahan gerakan saluran pencernaan.

Penyebab Kucing Muntah

Muntah dapat disebabkan oleh gerakan kesakitan dari hewan, menelan substansi yang dapat membuat muntah (misalnya obat), Berbagai macam obat seperti cardia glikosida, agen muntah seperti apomorphine dan copper sulfat, anastesi umum, agonis dopamine, dan agen antineoplastik (obat untuk tumor) juga dapat merangsang pusat muntah, sumbatan pada saluran pencernaan, radang pada lambung atau iritasi, maupun penyakit pada bagian luar lambung yang dapat menstimulasi pusat muntah.

Beberapa penyakit juga menunjukkan gejala muntah, seperti pada penyakit Parvo, infeksi bakteri, parasit, gagal ginjal, keracunan dll. Muntah juga mungkin terjadi berasal dari respon reseptor akibat adanya tekanan pada akhir lambung, usus halus, kolon, dan kantung empedu.

Material Muntahan Kucing

Isi muntahan bisa berasal dari lambung atau dari usus. Muntah dari lambung biasanya terdiri dari cairan berbusa dan makanan yang sudah tercerna. Sedangkan muntah dari usus berwarna seperti empedu (hijau kehitaman) dengan material makanan yang tercerna atau yang telah busuk.

Lalu Bagaimana Jika Si Kucing Muntah-Muntah?

Jika kucing Anda mengalami muntah-muntah, segeralah obati secepat mungkin, karena banyak sekali dijumpai kasus kucing yang mati setelah mengalami muntah-muntah.

Jika Anda bingung bagaimana caranya, Anda bisa mengobatinya berdasarkan petunjuk yang ada dalam Buku Mengatasi Kucing Muntah.

Jika muntahan tidak berhenti hingga lebih dari satu minggu, segera hubungi dokter hewan terdekat agar bisa dilakukan pemeriksaan secara klinis dengan peralatan khusus.

Friday, May 28, 2021

Mengatasi Kucing Muntah Cairan Kuning Berbusa dan Tidak Mau Makan

Mengobati Kucing Muntah Kuning Tidak Mau Makan

Halo pecinta Kucing, pada blog post kali ini aku mau menceritakan kucing ku yang sempat sakit beberapa waktu lalu. Tepatnya lima hari yang lalu kucing salah satu kucing ku tidak mau makan dan hanya diam saja. Setiap aku ajak main, sikucing terlihat malas dan seperti yang lemah lesu gitu gak ada semangat.

Keesokan harinya si kucing masih saja tetap gak mau memakan makanannya, padahal makanannya adalah makanan khusus kucing yang aku beli di supermarket. Entah kenapa dengan kucing ku ini, aku pikir sikucing lagi puasa kali ya, hehehe.

Namun tiba-tiba saja pas sore hari kucing ku tiba-tiba muntah-muntah cairan warna kuning dan berbusa. Aku langsung kaget dan cemas sekali, karena sebelumnya kucing gak pernah muntah-muntah kaya gitu, muntahnya aneh.

Sebelumnya kucingku sangat sehat dan sangat lincah sekali, mainnya aktif sekali apalagi kalo udah ngejar mainan kesukaannya “tikus-tikusan”.. Bahkan kucingku sangat gemuk, dan makannya banyak sekali dalam sehari.

Setelah dua hari kucing ku masih saja tidak mau makan dan masih suka muntah-muntah cairan kuning. Satuhal yang cukup aneh pada saat itu, si kucing terlihat kurusan dengan sangat cepat, padahal sebelumnya kucing ku cukup gemuk lho..

Tadinya aku mau bawa sikucing ke dokter hewan, tapi lagi musim hujan dan jaraknya cukup jauh dari rumah. Akhirnya aku telpon saja dokter hewan langgananku dan jadinya cuma konsultasi lewat telepon.

Setelah menyebutkan gejala-gejala keadaan kucingku, menurut sang dokter, katanya kucingku kemungkinan mengalami masalah pada organ hati (liver). Dan sebaiknya kucing ku diinapkan disana untuk dirawat lebih lanjut karena bisa menyebabkan kematian jika dibiarkan.

Jika sakit sikucing belum sangat parah, dokter menyarankan aku untuk mengobati kucingku secara mandiri dengan berdasarkan panduan yang ada dalam buku kucing muntah dari situs www.bukukucingmuntah.blogspot.com. Setelah itu aku pun langsung membuka website tersebut dan membeli bukunya. 

Besoknya pas aku lagi baca buku tau-tau mati lampu donk, parah... padahal kucing ku udah kaya yang sekarat, lemas dan tidak ada tenaga buat berdiri... Tapi untungnya sejam kemudian listrik di rumah udah nyala lagi.. huft..

Saat itu aku baca buku sambil langsung mempraktekannya pada sikucing, dalam buku tersebut dijelaskan bagaimana cara ngobatin sikucing dengan obat alami yang bisa dengan mudah didapetin disekitar rumah dan diwarung.

Selain itu dalam buku tersebut juga dijelasin cara agar si kucing mau makan lagi, isinya lengkap banget dan banyak gambarnya... buku nya bagus sih kalo menurut aku, ga rugi beli juga...

Setelah seharian ngobatin si kucing, akhirnya sikucing terlihat ada reaksi dan udah mau tidur, biasanya si kucing terbangun terus tapi lemas dan terlihat kaya yang gelisah gitu, mungkin akibat sakitnya kali ya..

Keesokan harinya aku obatin lagi sikucing biar cepat sembuh, dan dihari ketiga pengobatan, si kucing udah gak muntah-muntah lagi. Si kucing udah banyak bergerak dan tidak terlihat lemas lagi, seperti dapet energi baru gitu.. Kemudian aku pangku si kucing dan aku elus-elus.. biar tambah semangat.

Aku seneng banget rasanya, karena udah bisa nyelamatin nyawa hewan kesayanganku, kucing bagiku udah seperti keluarga, dan udah jadi bagian dari hidup ku sejak kecil.


Jika kamu punya kucing yang sakit muntah kuning, muntah berbusa dan tidak mau makan, saran aku segeralah obati dan jangan dibiarkan sakit, kasian, karena kucing pun punya perasaan seperti mahluk hidup lainnya..

I love cat..., bye-bye cat lovers..

Thursday, May 27, 2021

Cara Saya Mengobati Kucing Muntah Cairan Berbusa Putih

Caraku Mengatasi Kucing Peliharaan Yang Muntah-Muntah Cairan Berbusa Putih

Seminggu yang lalu kucing saya tidak mau makan dan muntah busa putih. Saat muntah, kadang kucing mengeluarkan suara yang cukup keras seolah mengalami masalah pada mulut atau tenggorokannya.

Saat itu kucing juga seperti suka bersin-bersin dan berlendir karena sepertinya terkena flu/pilek, kasihan sekali kucing saya, sudah muntah-muntah, kena pilek juga. Saya sempat bingung harus bagaimana, takut sakit si kucing kenapa-kenapa.

Sebelumnya saya tidak pernah melihat si kucing sakit, kucing saya jadi sakit setelah pindah ke rumah baru dan karena kucing lebih sering diam dalam kandang. Mungkin kucingnya jadi stress karena lingkungan baru.

Kemudian keesokan harinya sikucing masih tetap muntah-muntah dan tidak mau makan apa-apa, saya sempat bingung kenapa sikucing tetap tidak mau makan, padahal makanan yang saya kasih adalah makanan kesukaannya.

Pada hari ke-tiga kucing saya yang malang menjadi sangat kurus dan sangat lemah, saya sempat membantu sikucing untuk berdiri namun malah sempoyongan tidak ada tenaga. Kemudian saya pikir jika sampai empat hari kucing masih tidak mau makan dan muntah-muntah terus, maka bisa-bisa dia mati.

Kemudian saya pun direkomendasikan untuk membaca Buku Kucing Muntah oleh seseorang, yaitu sebuah buku yang berisi panduan langkah demi langkah cara mengatasi kucing yang muntah-muntah dan tidak mau makan.

Kemudian saya pun membeli Buku Kucing Muntah tersebut di situs www.bukukucingmuntah.blogspot.com. Setelah membelinya, kemudian saya membacanya sambil langsung mengobati kucing saya. Setelah dua hari perawatan, akhirnya kucing saya pun mulai menunjukan kesembuhannya, kucing sudah tidak muntah-muntah lagi meskipun masih belum mau makan banyak.

Setelah empat hari perawatan sikucing akhirnya sudah mau makana lagi dengan sendirinya. Selain itu kucing saya juga sudah lincah lagi dan lompat-lompat mengejar mainannya. Saya sangat senang sekali akhirnya saya bisa main kembali sama si kucing.


obat kucing muntah cairan berbusa
Me and my lovely cat.

 Sekian dan sampai jumpa  dicerita selanjutnya ya..

Wednesday, May 26, 2021

Macam-Macam Penyakit Yang Bisa Diderita Oleh Kucing

Kali ini kita akan membahas salah satu penyakit kucing yaitu FIE. Apa itu? kepanjangan dari FIE adalah feline infectious enteritis. Ini adalah salah satu dari penyakit menular yang paling sering menyerang kucing peliharaan kita. Penyakit kucing ini dapat menyebabakan penurunan dramatis jumlah sel darah putih yang ada. Gejala-gejala dari penyakit kucing ini adalah demam, kehilangan selera makan, depresi, muntah-muntah, dan diare.


jenis penyakit kucing

Bukan jenis kucing atau ras kucing tertentu yang paling mudah mengalami kematian. Melainkan anak kucing (tidak peduli jenisnya) yang paling memiliki tingkat kematian paling tinggi.

Beruntungnya sudah ada vaksin untuk penyakit kucing ini sehingga penularan penyakit ini dapat dikendalikan. Walau begitu kucing yang berhasil sembuh akan sering tetap lemah sepanjang sisa hidupnya. Jadi sebaiknya hati-hati dan selalu waspada! Banyak cara sebuah penyakit dapat menular tidak terkecuali dengan kucing milik anda.

Beberapa Jenis - Jenis Penyakit Pada Kucing

Penyakit yang sering menyerang kucing cukup beragam baik yang disebabkan virus maupun penyebab lain dari yang ringan sampai yang berat, dari yang mematikan dan bisa menular kepada manusia:

1. Flu Kucing

Penyakit pernapasan atas dan ingus jahat pada kucing penyakit ini menular sangat cepat terutama pada anak kucing disebabkan virus HERPES yang menginfeksi bersama virus CHLAMYDIA. Gejala awal kucing selalu bersin, demam tinggi, suhu tubuh 41-40 derajat celcius, nafsu makan hilang dan depresi, gejala lanjutan radang pada mata dan hidung, air liur keluar secara berlebihan dan ingus keluar dari hidung mengental serta mulai luka selaput hidung, vivir atau lidah. Pengobatan untuk mengurangi gejala disebut terapi SIMTOMATIK dan memperkuat daya tahan tubuh melalui pemberian pakan secara paksa, diberi antibiotik spectrum luas dan membawanya ke dokter hewan.


2. Distemper

Radang usus merupakan penyakit menular yang disebabkan virus parvo, tingkat kematian kucing cukup tinggi terutama kucing muda gejala demam bisa mencapai 41-41C depresi hebat, mencret, muntah, nyeri pada lambung dan dehidrasi


3. Feline Urologi Syndrome

Belum diketahui jenis penyakit dengan pasti, kucing yang terserang penyakit ini akan mengalami gangguan urinasi biasanya menyerang kucing jantan dalam waktu 48-72 jam akan mengalami kematian. Faktor penyebab FUS adalah pakan termasuk kandungan mineral air dan frekuensi makan dan biasanya menyerang kucing umur 1-6 tahun, kastrasi dilakukan sebelum masa puber, kelebihan berat badanm kucing kurang beraktifitas (kucing pemalas), ras terutama ras Persia dan lebih sering jenis kelamin jantan.

Gejala yang muncul:

a. Kucing sering merejan

b. Seing Menjilati daerah kemaluan

c. Warna urine tidak normal

d. Kurang nafsu makan, depresi, lemah, muntah, badan menjadi dingin dan dehidrasi


4. Leukimia

Disebut juga LYMPHO-SACOMA kanker getah bening disebabkan virus, penularannya agak lambat penyakit ini menular dari induk ke anak saat masih dalam kandungan, gelaja leukemia belum menunjukan hingga berumur 3 - 36 bulan sindrom yang muncul kucing mengalami kesulitan bernapas. Kucing akan mengalami anemia hebat akibat kekurangan oksigen. Belum ada cara pengobatan yang efektif untuk mengatasi penyakit ini tapi dapat dihambat dengan kemoterapi. Upaya pencegahan biasanya memberikan gizi seimbang menjaga kesehatan mulut dan gigi dan vaksinasi leukemia secara teratur


5. Toxoplasmosis

Kucing yang tidak menderita toxo tidak membahayakan bagi manusia. Salah satu penyebab terjadinya keguguran kandungan bagi manusia, penyakit ini disebabkan protozoa toxoplasma gondi yang berkembang, baik secara seksual di dalam epitel usus kucing lalu menghasilkan telur dan keluar bersama kotoran, dengan membelah diri sehingga menghasilkan telur yang disebut tropozoit dan akan membentuk bola kecil bernama KISTA (pseuo cyste)

Manusia yang terkena toxoplasma mempunyai gejala demam tinggi 40-41 derajat celcius, nafsu makan kurang, tubuh lemah, anemia dan keluar ingus dari hidung. Bisa juga depresi berat, epilepsi, lumpuh dan hidrosephalus (pada bayi). Penyakit toxoplasma pada kucing bisa dicegah dengan tidak memberikan pakan mentah pada kucing dan yang tidak kalah pentingnya jangan biarkan kotoran kucing mengendap terlalu lama dalam tempat BAB-nya (harus cepat dibuang).


6. Dermatophytosis atau Ringworm

Penyakit ini bisa menyerang jenis hewan dan manusia meskipun tidak mematikan, penyakit ini disebabkan jamur Microsporum sp dan Tricohopyton sp menyerang seperti rambut, kulit dan kuku. Gejalanya antara lain bercak bulat di kulit, bulu rontok setempat, kulit berkerak dan kerusakan jaringan.

Cara penanggulangannya dimandikan 2 kali dalam seminggu diberi larutan obat pembunuh jamur eperti lime sulfur 0,5%,Chlorexidine 0,5% atau captan 0,3%, kulit yang terkena infeksi jamur bisa diolesi salep anti jamur yang mengandung ketaconazole, inicronazole atau intraconazole


7. Cryptosporidiosis

Penyebabnya protozoa seperti penyakit malaria, disentri dan toxoplasma. Kucing yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala diare hebat, demam, nafsu makan hilang dan dehidrasi berat. Penyakit ini bisa menular pada manusia dari air seni dan makan yang tercemar cryptosporidia. Kucing yang terkena penyakit ini harus mendapatkan perawatan rumah sakit dan diberi infus, penyakit ini belum ada vaksinnya.


8. Salmonellossis

Penyakit ini sangat menular dan bisa menyerang manusia yang menyebabkan tipus.

9. Kucing Muntah-Muntah

Penyakit ini ditandai dengan kucing yang muntah cairan berwarna kekuningan, kecoklatan, cairan berbusa/berbuih, serta tidak mau makan dan minum. Jika kucing Anda mengalami hal seperti ini dan ingin mengobatinya bisa dibantu dengan panduan yang ada dalam buku Buku Kucing Muntah yang bisa diperoleh di website www.bukukucingmuntah.blogspot.com

Sekian semoga bermanfaat.

Tuesday, May 25, 2021

Mengatasi Kucing Muntah Berbusa atau Berbuih

Mengobati Kucing Muntah Cairan Agak Berbusa/Berbuih.

Muntah-muntah merupakan masalah yang paling umum terjadi pada kucing, khususnya pada kucing ras seperti kucing persia dan kucing anggora. Terdapat macam-macam muntahan pada kucing, ada yang muntah bulu, muntah rumput, muntah makanannya dan lain-lain. Namun muntah-muntah seperti itu tidak terlalu bahaya bagi kesehatan si kucing.

kucing muntah berbuih

Kucing muntah berbusa / berbuih

Lalu bagaimana dengan kucing yang muntah berbusa? Kucing yang muntah berbusa biasanya disertai muntah cairan warna kuning atau putih. Jenis muntah seperti ini sangat berbahaya jika kucing dibiarkan saja dan tidak segera di obati.

Jika kucing Anda muntah berbusa dan juga kucing tidak mau memakan apapun, maka Anda bisa membawanya ke dokter hewan terdekat. Jika rumah Anda tidak tahu dimana lokasi dokter hewan, atau jika Anda tidak punya uang banyak untuk membayar dokter hewan, cobalah baca buku cara mengatasi kucing muntah yang ada di website www.bukukucingmuntah.blogspot.com

Buku cara mengatasi kucing muntah tersebut berisi informasi cara mengobati kucing yang muntah-muntah, seperti muntah berbusa putih, muntah cairan berwarna kuning, muntah berwarna hijau, kucing muntah cacing, dan sebagainya.

Tutorial didalamnya sangat detail dan disertai banyak screenshot/gambar-gambar yang memudahkan pembaca. Penjelasan sangat langkah demi langkah dan tata bahasanya mudah sekali untuk dipahami. Jika kucing Anda muntah berbusa, saya sangat merekomendasikan Anda untuk membacanya sebagai bantuan untuk mengobati kucing agar bisa tertolong dan sehat kembali.

Saya rasa harga Buku Kucing Muntah ini sangat murah sekali jika dibandingkan dengan biaya dokter hewan. Buku tersebut telah membantu menyelamatkan kucing saya yang sempat muntah-muntah berbusa sebulan yang lalu. Saya sangat beruntung sekali karena keburu menemukan solusinya sebelum sakit si kucing tambah parah.

Monday, May 24, 2021

Penyebab Kucing Muntah Makanannya Serta Cara Mengatasinya

Mengatasi Kucing Yang Muntah Makanannya

Pemilik kucing sering kali menyalahkan makanan ketika kucing muntah-muntah. Akan tetapi hal ini tidak terlalu salah, karena memang ada keterkaitan antara kucing yang muntah-muntah dengan apa yang dimakannya.


kucing muntah makanan
 

Tentang Kucing Muntah Makanannya

Kucing yang memuntahkan makanannya sesaat setelah selesai makan, biasanya diakibatkan karena kucing makan terlalu cepat. Kucing yang makan terburu-buru biasanya jarang mengunyah makanan dengan baik dan langsung menelannya. Akibatnya dalam perut kucing bisa kembung dan kucing memuntahkan makannya karena merasa mual.

Selain itu, kucing yang memakan makanan jenis baru dan kurang sesuai dengan selera si kucing juga bisa menyebabkan kucing memuntahkan makanannya. Kadang ketika kucing menerima makanan baru, diperlukan penyesuaian hingga sikucing jadi terbiasa.

Agar kucing tidak memuntahkan makanannya, berilah si kucing makanan dengan porsi kecil-kecil dan sedikit demi sedikit. Jika Anda memberikan kucing makanan baru, berilah secara bertahap selama beberapa hari dan campur makanan baru dengan makanan yang biasa dimakan kucing.

Jika kucing Anda muntah-muntah selain memuntahkan makanannya, misalnya muntah cairan berwarna kuning, muntah berbusa/muntah berbuih, mencret dan tidak mau makan selama beberapa hari, maka Anda harus segera mengobatinya.

Jika Anda tidak tahu bagaimana cara mengatasi kucing yang muntah-muntah, saran saya bacalah Buku Kucing Muntah. Buku kucing muntah adalah buku yang berisi informasi mengenai cara mengatasi kucing yang muntah-muntah secara alami tanpa menggunakan obat. Buku tersebut telah membantu kucing saya sembuh dari muntah-muntah. Jika membutuhkannya, Anda bisa memperolehnya di situsnya www.bukukucingmuntah.blogspot.com

Sekian, semoga bermanfaat.

Sunday, May 23, 2021

Mengobati Secara Mandiri Anak Kucing Yang Muntah-Muntah

Anak kucing memang rawan sekali tertular oleh penyakit, baik itu tertular dari kucing lain ataupun karena lingkungan kucing yang kurang baik. Salah satu yang paling sering terjadi adalah penyakit kucing yang dintandai dengan munta-muntah dan tidak mau makan.

Jika kucing Anda yang muntah-muntah dibiarkan atau tidak mendapatkan penanganan yang benar, bisa saja kucing Anda meninggal karena tidak sanggup bertahan dari penyakit tersebut. Jadi sangat disarankan bagi Anda yang memiliki anak kucing yang muntah-muntah untuk segera diobati.

Anak kucing yang muntah-muntah bisa disebabkan berbagai faktor. Misalnya dulu anak kucing milik paman saya pernah muntah cairan kuning agak keputihan dan muntahnya berbusa/berbuih, jika anak kucing Anda muntah-muntah seperti itu, maka kemungkinan besar kucing Anda mengalami penyakit hati (liver).

Jika anak kucing Anda muntah-muntah terus dan tidak mau makan, Anda harus segera mengatasinya, karena jika tidak, anak kucing tersebut sakitnya bisa tambah parah. Jika Anda tidak tahu bagaimana cara mengobatinya, saya rekomendasikan Anda untuk membaca Buku Kucing Muntah (Buku cara mengobati kucing yang muntah-muntah) yang ada di situs  bukukucingmuntah.blogspot.com

Itulah informasi mengenai tentang anak kucing yang suka muntah-muntah, semoga bermanfaat.

Saturday, May 22, 2021

Mengatasi Kucing Cacingan Muntah Cacing dan Anus Keluar Cacing

Penyakit cacingan bukan hanya terjadi pada manusia, tapi juga bisa terjadi pada berbagai hewan termasuk juga kucing. Berikut ini beberapa gejala dan cara menyembuhkan kucing yang cacingan.

Cacing yang paling sering menyerang kucing adalah dari jenis cacing gelang dan kucing pita. Gejala kucing yang terkena cacingan biasanya tidak disadari oleh pemilik kucing. Biasanya pemilik kucing akan tahu bahwa kucing terkena cacingan jika terlihat adanya gejala klinis yang ditimbulkan, seperti perut kucing buncit dan muntah muntah keluar cacing.

Akibat yang ditimbulkan dari gejala ini biasanya kucing akan kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan, batuk, diare dan muntah-muntah cukup sering. Selain pada muntahan, cacing juga bisa terlihat pada kotoran si kucing.

obat cacing untuk kucing

Cacingan pada kucing

Obat kucing cacingan

Banyak sekali obat cacing yang beredar dipasaran. Namun tidak semua obat cacing tersebut cocok bagi semua cacing (mengingat banyak sekali jenis cacing). Jika Anda membeli obat cacing di toko ada yang berbentuk cair ataupun tablet.

Untuk dosisnya silahkan baca aturan pakai pada kemasan atau dapat dikonsultasikan dengan ahli/dokter. Pemakaian obat cacing harus hati hati karena obat cacing termasuk obat keras/obat kimia.

Berikut ini beberapa jenis obat cacing yang beredar dipasaran:

  • Drontal Cat (Bayer): mengandung bahan pyrantel dan prazyquantel, Paling baik digunakan pada kucing, dapat membasmi cacing pita dan cacing gelang, Bisa dibeli di petshop atau dokter hewan.

  • Drontal Plus (Bayer): mengandung bahan prazyquantel, pyrantel dan febantel. Biasa digunakan pada dog, namun bisa juga diberikan pada kucing (dosis disesuaikan).

  • Combantrin (Pfizer): mengandung bahan pyrantel, hanya dapat membasmi cacing gelang, dapat dibeli di apotik

  • Vermox : mengandung bahan mebendazole, hanya dapat membasmi cacing gelang, dapat dibeli di apotik.


Catatan: Jangan memberikan obat cacing kepada kucing yang sedang hamil karena dikhawatirkan bisa mengganggu janinnya.

Selain muntah cacing, sering juga kucing mengalami muntah cairan kekuningan dan kucing muntah berbusa. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kucing yang suka muntah-muntah dan cara mengobatinya, Anda bisa coba baca buku Mengatasi Kucing Muntau yang ada di situs www.bukukucingmuntah.blogspot.com. Dulu kucing peliharaan saya pernah mengalami sakit dan muntah-muntah, namun sekarang sudah sembuh dan tidak cacingan lagi.

Mengobati Kucing Muntah Terus Menerus dan Tidak Mau Makan

Apakah Kucing Anda Tiba-Tiba Muntah-Muntah ?

Penyebab kucing muntah-muntah sangatlah bermacam-macam, tergantung dari gejala yang terlihat. Berikut ini adah beberapa penyebab umum kenapa kucing mengalami muntah-muntah:

  • Kucing makan terlalu terburu-buru

  • Kucing memiliki suatu alergi

  • Kucing memiliki masalah pencernaan

  • Kucing mengalami gangguan metabolisme

  • Kucing mengalami penyakit hati (liver)

  • Kucing memiliki tumor atau kanker

  • Kucing mengalami cacingan, dll.

Kemudian dokter hewan akan memeriksa suhu tubuh, denyut nadi, laju pernafasan, melihat mukosa tubuh, kemudian akan mengambil sampel tinja dan muntahan si kucing. Semua hal tersebut bertujuan untuk menentukan diagnosa yang tepat penyebab muntah pada si kucing.

Jeni-jenis Muntahan Kucing:

  • Jika muntah kucing berupa lendir yang berlebih maka kemungkinan adanya radang di dalam usus.

  • Jika muntahan kucing berisi sisa-sisa makanan, maka kemungkinan adanya keracunan makanan atau mungkin makanan yang berlebih.

  • Jika muntahnya cairan empedu maka kemungkinan kucing Anda menderita adanya inflamasi usus atau bisa juga menderita pankreatitis.

  • Jika muntah berisi darah merah maka kemungkinan adanya masalah ulserasi di lambung.

  • Jika muntah berisi darah berwarna coklat maka kemungkinan terjadi masalahnya ada di usus.

  • Jika muntah di karena obstruksi di kerongkongan maka tonsil akan membengkak.


Pengobatan pada kucing yang muntah harus disesuaikan dengan penyebabnya. Namun pemberian terapi empirik dengan Antibiotik dan anti emesis untuk tindakan pertolongan pertama biasanya sangat dianjurkan. Kemudian untuk pemeriksaan lebih lanjut segeralah di bawa ke dokter hewan terdekat untuk mengetahui penyebab pasti gejala muntah pada kucing kita.

Jika Anda ingin mengobati kucing yang muntah-muntah dan Anda tidak mau pergi ke dokter hewan, saya sarankan Anda untuk membaca buku Buku Kucing muntah yang ada di situs www.bukukucingmuntah.blogspot.com. Buku tersebut berisi panduan cara mengobati kucing dengan menggunakan bahan-bahan alami tanpa menggunakan obat-obatan.


Obat Kucing muntah

 Bersama 2 ekor kucing kesayangan :)


Dulu kucing saya juga sempat muntah-muntah, muntahnya kuning, berbusa/berbuih dan tidak mau makan, namun berkat buku tersebut kini kucing saya sudah sehat kembali.